Daging Sapi Wagyu
Wagyu (和牛 Wagyū?, sapi Jepang, wa-gyou) berasal dari bahasa Jepang yang dalam bahasa Indonesia diartikan menjadi sapi Jepang atau ternak dari Jepang. Sapi ini memang pertama sekali dikembangkan dari negara matahari terbit. Namun Wagyu sebenarnya mengacu pada beberapa ras sapi. Satu ras di antaranya memiliki kecenderungan genetik berupa pemarmeran (marbling) tinggi dan memproduksi lemak tak jenuh berminyak dalam jumlah besar. Sapi wagyu terkenal karena pola marmer pada dagingnya dan kualitasnya. Di Jepang, daging diberi nama sesuai wilayah produksinya, contohnya daging Kobe, Mishima, Matsusaka, Ōmi, dan Sanda. Namun Sapi Wagyu tidak hanya dikembangkan di jepang saja. Australia, Selandia
baru, dan Amerika serikat juga sudah mengembangkan jenis sapi ini untuk meramaikan persaingan industri daging sapi dunia.
Kecenderungan genetik ras Wagyu menghasilkan daging dengan kandungan asam lemak omega-3 dan omega-6 yang lebih tinggi[1] daripada daging sapi pada umumnya. Pemarmeran terus-menerus juga memperbaiki rasio lemak tak jenuh tunggal dan lemak jenuh. Sehingga, memakan daging ini tidak akan meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Comments
Post a Comment